Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label MANTAN KYAI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MANTAN KYAI NU. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2011

Banser bergabung dengan Katholik demo anti Radio Islam

Jumat, September 30, 2011 PostHeaderIcon Banser bergabung dengan Katholik demo anti Radio Islam Jumat, September 30, 2011 | Diposkan oleh Mantankyainu Friday, 30 September 2011 PONOROGO – Sekitar 300 pengunjuk rasa turun ke jalan memprotes siaran sebuah radio komunitas di Ponorogo, kemarin. Materi siaran dinilai merendahkan warga Nahdliyin dan mendorong radikalisme, sehingga dikhawatirkan bisa berakibat perpecahan. Unjuk rasa ini dilakukan setidaknya 10 elemen masyarakat di Ponorogo yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Anti Radikalisme (AMAR). Di antaranya Banser NU, IPNU, IPPNU, PMII, PMKRI, PITI, Paguyuban Kesenian dan BEM sejumlah perguruan tinggi. Protes dilakukan dengan melakukan aksi jalan kaki (long march) dari halaman Islamic Center Abdulloh Ghonim Assama’il di Jalan Sukarno- Hatta. Lalu menyusuri Jalan Sriwijaya,memutari alun-alun dan kembali lagi ke depan halaman Islamic Center. Long march bukan hanya diikuti demonstran dengan atribut lembaga masing- masing, tapi juga oleh para pemain barongsai dan kesenian gajahgajahan yang terus menari selama long march. Tak ayal, unjuk rasa yang mirip karnaval ini menarik setiap warga di kawasan yang dilintasi.Aksi ini dijaga ketat aparat Polres Ponorogo. Mereka juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan sikap tegas Banser terhadap orang atau kelompok yang mencoba merendahkan atau menghina warga Nahdliyin. Dimulai dari salawat dan tahlil di tengah jalan yang diacak- acak sekelompok orang bertaring. Cerita diakhiri dengan pengamanan secara tegas anggota Banser. Koordinator aksi,Akhmad Subekhi menyatakan,melalui aksi ini mereka mengecam materi siaran Radio Midzaul Khoir FM yang dinilai merendahkan para simpatisan NU. ”Pada 6 September lalu, mereka menyiarkan acara bedah buku karya Hasyim Asyari. Di siaran itu, ada nara-sumber pembedah buku yang menyatakan ajaran NU itu bid’ah. Bahkan sampai pada sebutan ajaran NU kafir,” ungkap Komandan Banser NU Ponorogo ini. Banser NU juga sudah melayangkan surat keberatan kepada pengurus NU hingga tingkat pusat, MUI Ponorogo, Bupati, dan Kapolres. Intinya mereka meminta agar siaran radio tersebut dihentikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. ”Kami sudah peringatkan juga pihak radio, tapi sampai saat ini belum ada reaksi,”tukasnya. Pimpinan Harian Radio Midzaul Khoir, Mukhlis, menyatakan aksi protes tersebut kemungkinan reaksi atas siaran mereka. “Mungkin ada perbedaan penangkapan, atau mungkin ada cara penyampaian yang kurang pas bagi kawan-kawan. Kami siap berdialog kok,” ungkap Mukhlis. dili eyato Sumber : http://www.seputar- indonesia.com/edisicetak/content/ view/431904/ TRIBUNNEWS.COM, PONOROGO - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim, Fajar Arifianto Isnugroho menyikapi serius kasus didemonya Radio ‘Idzatul Al Khoir’ yang ada di kantor Majelis Tafsir Al Quran (MTA) Ponorogo oleh massa Nahdlatul Ulama (NU). Oleh pendemo radio itu dinilai menyiarkan program siaran yang menyakiti hati masyarakat. “Apalagi ini kasus pertama, ada sebuah radio digeruduk oleh massa ormas,” tegasnya kepada Surya (Grup Tribunnews.com), Kamis (29/9/2011) sore. Untuk memastikan isi dan materi siaran radio MTA, pihaknya, kata Fajar, akan meminta tim monitoring yang ada di Madiun untuk turun ke Ponorogo. Jika hasilnya nanti didapati, bahwa memang benar ada radio sebagai sebuah lembaga penyiaran menyebarkan siaran yang meresahkan masyarakat, KPID akan mengambil tindakan dan sanksi tegas. Bentuknya, bisa sanksi administratif, teguran, penghentian sementara, pengurangan jam siar, hingga pemberian rekomendasi agar izinnya dicabut atau tidak memperpanjang izinnya. Massa NU Desak Radio Penyebar Radikalisme Ditutup TRIBUNNEWS.COM, PONOROGO - Sekitar seribu warga NU atau Nadhliyin di Kabupaten Ponorogo yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Antiradikalisme (AMAR), Kamis (29/9/2011) kemarin melakukan demonstrasi di pusat kota. Massa menentang ajaran radikalisme Islam yang mereka sebut-sebut mulai muncul di wilayah tersebut. Koordinator aksi, Ahmad Subekhi yang juga komandan Banser Ponorogo mengatakan, pada 6 September lalu, radio Idzatul Al Khoir menyiarkan sebuah acara yang dianggap telah menyudutkan kaum Nahdliyin. Disebutkan dalam acara itu, bahwa amaliyah Ahlussunnah Wal Jamaah merupakan peninggalan agama tertentu di masa lampau. Ada lima orang saksi yang mendengar siaran tersebut. “Dalam siaran radio itu, mereka mengafirkan sesama muslimin. Ini sangat menyakitkan. Jangan sekali-kali menyebut dirinya adalah yang paling benar,” katanya. Karena itu, ia mendesak pihak- pihak terkait, segera menutup segala aktivitas radio tersebut. “Jika usai aksi ini, radio tidak segera ditutup, kami akan demo menurunkan massa yang lebih banyak,” ujarnya bernada mengancam. Protes massal yang dilakukan sejumlah ormas NU, mulai dari Gerakan Pemuda Ansor, Banser, PMII, IPNU, serta IPPNU kemarin merupakan respons terbuka yang mereka lakukan secara masif atas aktivitas Radio ‘Idzatul Al Khoir’ yang ada di kantor Majelis Tafsir Al Quran (MTA). Mereka menilai radio itu menyebarkan ajaran berbau pertentangan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan). Suasana aksi sempat sedikit memanas saat massa yang berjumlah ribuan itu berhenti di depan kantor radio di Jalan Soekarno-Hatta, Ponorogo. Beruntung polisi segera membentuk pagar betis dan melarang pengelola maupun karyawan radio untuk keluar kantor, sehingga aksi kekerasan bisa dihindarkan. Sementara itu, pengurus harian Radio Izzatul Al Khoir, Muhklis, membantah keras pihaknya menyebarkan ajaran sesat dalam siaran radio mereka. “Kami hanya berpedoman pada ajaran Islam yang sesungguhnya,” bantahnya. Kemarin, ia sempat mencoba keluar dari dalam kantor radio untuk menemui massa yang berunjuk rasa. Namun, niat dia dilarang oleh aparat kepolisian dengan alasan menghindari terjadinya kesalahpahaman yang bisa berujung pada tindak kekerasan. Muklis yang juga pengelola Islamic Center Abdulloh Ghohim Assam’il mengatakan, ia sejatinya siap berdialog secara damai jika banyak orang resisten dengan isi radio tersebut. Namun, ia meminta agar difasilitasi pihak berwenang. Muklis berharap, perbedaan pemahaman mengenai ajaran Islam maupun materi siaran radio yang dipersoalkan warga tidak terus berlarut-larut, apalagi menyebabkan terjadinya konflik sosial. Kalaupun keberadaan radio komunitas berlatar belakang Islam tersebut dipersoalkan, ia mengisyaratkan akan berkompromi demi meminimalisasi potensi maupun risiko terjadinya kesalahpahaman dengan warga Nahdliyin. Ketua PWNU Jatim, Mutawakkil Alallah meminta agar persoalan bid’ah menjadi perhatian semua pihak. Apalagi, masalah ini kerap mengundang perselisihan. “Adalah tugas pemerintah, kementrian agama, MUI, dan organisasi keislaman kita memberi pencerahan kepada masyarakat,” kata Mutawakkil. Permasalahan yang timbul akibat bid’ah semata-mata karena kurangnya komunikasi antara masyarakat yang memahaminya dengan tokoh. “Kalau perkara bid’ah itu dikomunikasikan dengan baik dengan semua pihak, masalah tidak akan timbul,” tandasnya. Kendati demikian, masyarakat sendiri harus mau memahami dan bisa menghargai perbedaan. Sebab, bid’ah memang diakui selalu menimbulkan pro dan kontra. “Aparat keamanan dan penegak hukum harus bisa mencegah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Mutawakkil. Komentarku ( Mahrus ali ) : Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia disingkat (PMKRI) merupakan Organisasi Kepemudaan (OKP) Katolik yang berfungsi sebagai organisasi pembinaan dan organisasi perjuangan mahasiswa katolik (juga bukan katolik) yang berazaskan Pancasila, dijiwai kekatolikan, dan disemangati kemahasiswaan. PITI ( Persatuan Islam tionghoa Indonesia ) . Bila apa yang diberitakan oleh : www.seputar-indonesia.com/ edisicetak/content/view/431904/ itu benar , maka Banser saat itu bergabung dengan katholik bukan dengan ormas muslim untuk melakukan demo anti radio Islam bukan radio kafir , kristen dll . Bukan TV yang selalu menyebarkan berbagai kemungkaran . Mereka malah senang sesuatu di TV yang dibenci oleh Allah dan di senangi setan - setan manusia . Dengan Katholik , teman kekasih , dengan radio muslim muslim musuh . Ini aneh sekali . Marilah kita renungi ayat ini : ﺎَﻬُّﻳَﺃﺎَﻳ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ﺍﻮُﻨَﻣﺍَﺀ َﻻ ﺍﻭُﺬِﺨَّﺘَﺗ ًﺔَﻧﺎَﻄِﺑ ْﻦِﻣ ْﻢُﻜِﻧﻭُﺩ َﻻ ْﻢُﻜَﻧﻮُﻟْﺄَﻳ ًﻻﺎَﺒَﺧ ﺍﻭُّﺩَﻭ ﺎَﻣ ْﻢُّﺘِﻨَﻋ ْﺪَﻗ ْﻢِﻬِﻫﺍَﻮْﻓَﺃ ْﻦِﻣ ُﺀﺎَﻀْﻐَﺒْﻟﺍ ِﺕَﺪَﺑ ﺎَﻣَﻭ ﻲِﻔْﺨُﺗ ْﻢُﻫُﺭﻭُﺪُﺻ ُﺮَﺒْﻛَﺃ ْﺪَﻗ ﺎَّﻨَّﻴَﺑ ُﻢُﻜَﻟ ﺍ ْ ِﺕﺎَﻳﻵ ْﻥِﺇ ْﻢُﺘْﻨُﻛ َﻥﻮُﻠِﻘْﻌَﺗ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang- orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti- hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Dalam artikel itu di katakan : Oleh pendemo radio itu dinilai menyiarkan program siaran yang menyakiti hati masyarakat. Komentarku ( Mahrus ali ) : Unik sekali , suatu nasehat baik , bukan wawancara Tukul Arwana di anggap menyakiti, tidak di jadikan obat hati .Kalau wawancara Tukul , malah di lihat , tidak di demo . Mestinya anda benci terhadap kemungkaran yang terdapat dalam acara itu . Dan Lihat dulu jangan terus bertindak , apakah ada dalilnya dari ayat atau hadis . Bila berdalil , lalu kamu sakit hati , ber arti imanmu yang perlu di perbaiki , jangan tambah di rusak . Saya ingat ayat ini : ﺎَﻨُﺗﺎَﻳﺍَﺀ ْﻢِﻬْﻴَﻠَﻋ ﻰَﻠْﺘُﺗ ﺍَﺫِﺇَﻭ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ِﻩﻮُﺟُﻭ ﻲِﻓ ُﻑِﺮْﻌَﺗ ٍﺕﺎَﻨِّﻴَﺑ َﻥﻭُﺩﺎَﻜَﻳ َﺮَﻜْﻨُﻤْﻟﺍ ﺍﻭُﺮَﻔَﻛ ْﻢِﻬْﻴَﻠَﻋ َﻥﻮُﻠْﺘَﻳ َﻦﻳِﺬَّﻟﺎِﺑ َﻥﻮُﻄْﺴَﻳ ْﻦِﻣ ٍّﺮَﺸِﺑ ْﻢُﻜُﺌِّﺒَﻧُﺄَﻓَﺃ ْﻞُﻗ ﺎَﻨِﺗﺎَﻳﺍَﺀ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﺎَﻫَﺪَﻋَﻭ ُﺭﺎَّﻨﻟﺍ ُﻢُﻜِﻟَﺫ ُﺮﻴِﺼَﻤْﻟﺍ َﺲْﺌِﺑَﻭ ﺍﻭُﺮَﻔَﻛ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah: "Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?". Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk- buruknya tempat kembali.[1] Orang kafir bila mendengar musik senang hatinya –tidak benci. Tapi bila mendengar ajaran agama yang murni sakit hati , pikirannya kacau dan hampir saja menampar orang yang memberikan nasehat baik . Semoga anda tidak termasuk ini . Dalam artikel itu di katakan : Jika hasilnya nanti didapati, bahwa memang benar ada radio sebagai sebuah lembaga penyiaran menyebarkan siaran yang meresahkan masyarakat, KPID akan mengambil tindakan dan sanksi tegas. Bentuknya, bisa sanksi administratif, teguran, penghentian sementara, pengurangan jam siar, hingga pemberian rekomendasi agar izinnya dicabut atau tidak memperpanjang izinnya. Komentarku ( Mahrus ali ) : Pada era Gus dur jadi presiden , departemen penerangan di bubarkan , lalu informasi media massa di beri kebebasan yang luas sekali . Aneh sekali bila Banser bertentangan dengan nasehat Gus dur itu . Radio dakwah di demo , radio hiburan di gemari . Ini kesesatan di dunia dan akan berbahaya di akhirat . Dlm artikel itu di terangkan : Massa menentang ajaran radikalisme Islam yang mereka sebut-sebut mulai muncul di wilayah tersebut. Komentarku ( Mahrus ali ) : Massa menentang ajaran radikalisme Islam bukan radikalisme kristen dan katholik . Kalau kamu mendengar radio katholik atau kristen tambah keji dalam menyerang Islam , lalu kamu biarkan , kamu senang , malah orang Katholik kamu ajak bergabung untuk menentang Radio Islam . Ini unik sekali . Dalam artikel itu di katakan : Ada lima orang saksi yang mendengar siaran tersebut. “Dalam siaran radio itu, mereka mengafirkan sesama muslimin. Ini sangat menyakitkan. Jangan sekali-kali menyebut dirinya adalah yang paling benar,” katanya. Komentarku ( Mahrus ali ) : Bila mereka mengkafirkan dengan dalil, maka terimalah dengan baik , jangan di tolak , sama dengan buang ayat lalu mengambil ajaran setan dan Thaghut. Ingatlah ayat : ْﻦَﻣَﻭ ُﻢَﻠْﻇَﺃ ْﻦَّﻤِﻣ َﺮِّﻛُﺫ ِﺕﺎَﻳﺂِﺑ ِﻪِّﺑَﺭ َّﻢُﺛ َﺽَﺮْﻋَﺃ ﺎَﻬْﻨَﻋ ﺎَّﻧِﺇ َﻦِﻣ َﻥﻮُﻤِﻘَﺘْﻨُﻣ َﻦﻴِﻣِﺮْﺠُﻤْﻟﺍ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.[2] Allah menyatakan takmir tersebut mujrim – pelaku maksiat paling zalim. Rasulullah SAW bersabda : ﺎَﻟ ُﻞُﺧْﺪَﻳ َﺔَّﻨَﺠْﻟﺍ ْﻦَﻣ َﻥﺎَﻛ ﻲِﻓ ِﻪِﺒْﻠَﻗ ُﻝﺎَﻘْﺜِﻣ ٍﺓَّﺭَﺫ ْﻦِﻣ ٍﺮْﺒِﻛ َﻝﺎَﻗ ٌﻞُﺟَﺭ َّﻥِﺇ َﻞُﺟَّﺮﻟﺍ ُّﺐِﺤُﻳ ْﻥَﺃ َﻥﻮُﻜَﻳ ُﻪُﺑْﻮَﺛ ﺎًﻨَﺴَﺣ ُﻪُﻠْﻌَﻧَﻭ ًﺔَﻨَﺴَﺣ َﻝﺎَﻗ َّﻥِﺇ َﻪَّﻠﻟﺍ ٌﻞﻴِﻤَﺟ ُّﺐِﺤُﻳ َﻝﺎَﻤَﺠْﻟﺍ ُﺮْﺒِﻜْﻟﺍ ُﺮَﻄَﺑ ِّﻖَﺤْﻟﺍ ِﺱﺎَّﻨﻟﺍ ُﻂْﻤَﻏَﻭ * Tidak akan masuk ke surga orang yang dlm hatinya terdapat seberat dzarrah sifat sombong . seorang lelaki berkata :” Sesungguhnya seorang lelaki senang mengenakan paakaian dan sandal yang baik . Rasulullah SAW bersabda : “ Sesungguhnya Allah indah dan senang keindahan . Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang . [3] Rasul menyatakan takmir tersebut congkak dan tidak akan masuk surga . Saya disini hanya menjalankan tugas saling memberi wasiat kebenaran dan kesabaran : ﺎَّﻟِﺇ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ﺍﻮُﻨَﻣﺍَﺀ ﺍﻮُﻠِﻤَﻋَﻭ ِﺕﺎَﺤِﻟﺎَّﺼﻟﺍ ﺍْﻮَﺻﺍَﻮَﺗَﻭ ِّﻖَﺤْﻟﺎِﺑ ِﺮْﺒَّﺼﻟﺎِﺑ ﺍْﻮَﺻﺍَﻮَﺗَﻭ Lihat nasehat KH Mutawakkil – Ketua PWNU Jatim sbb : Kendati demikian, masyarakat sendiri harus mau memahami dan bisa menghargai perbedaan. Sebab, bid’ah memang diakui selalu menimbulkan pro dan kontra. “Aparat keamanan dan penegak hukum harus bisa mencegah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Mutawakkil. [1] Al Haj 72 [2] As sajdah 22 [3] Muslim 91 Artikel Terkait Kristen Pasca Bom Solo: Pengamat Anti Islam dan Pengusung Bid’ah Bersuara Senada Banser bergabung dengan Katholik demo anti Radio Islam Bom Greja Solo , tujuannya membubarkan pengajian ahli hadis Kisah menarik kekeluargaan mantan kristen Itali yg masuk Islam Program KB dan Kristenisasi Mengurangi Jumlah Ummat Islam Bersiaplah, Umat Muslim Akan Dihabisi Pelan-pelan oleh Brigade Yesus Label: Kristen

Rabu, 12 Oktober 2011

Said Aqil Pemimpin muslim sejati atau munafik ?

Di tulis oleh H Mahrus ali
20 April 2011 | 13:30 wib
Said Aqil: Waspadai Lembaga
Pendidikan Pemakai Dana Timur
Tengah Jakarta, CyberNews. Ketua
Umum PBNU KH Said Aqil Siradj
meminta masyarakat dan
pemerintah Indonesia
mewaspadai lembaga-lembaga
pendidikan di Indonesia yang didanai negara-negara Timur
Tengah. Mengapa?
Lembaga-lembaga pendidikan
yang memiliki hubungan dengan
Timur Tengah kerap kali menjadi
tempat bagi penyuburan ajaran agama radikal dan terorisme.
"Kita harus waspada lembaga-
lembaga pendidikan yang dapat
dana dari Arab. Karena itu
menciptakan ajaran radikal,
berani satu digit saja jadi teroris," ujar Said dalam acara
diskusi di Gedung PBNU, Jakarta,
Selasa (19/4)
Menanggapi terjadinya bom
bunuh diri di Mapolresta Cirebon
kemarin Said yang juga orang Cirebon mengatakan, kemapanan
ajaran Islam yang toleran di
Cirebon diobrak-abrik oleh anak
bau kencur. "Cirebon sudah
mapan, diobrak- abrik oleh anak
kemarin sore yang membangun ideologi radikal. Anak baru udah
menginjak-injak tradisi yang
sudah mapan," tukasnya.[1] Komentarku ( Mahrus ali ) : Anda terlalu diskriminatif ,
mengapa anda menyatakan :
Lembaga-lembaga pendidikan
yang memiliki hubungan dengan
Timur Tengah kerap kali menjadi
tempat bagi penyuburan ajaran agama radikal dan terorisme.
"Kita harus waspada lembaga-
lembaga pendidikan yang dapat
dana dari Arab. Karena itu
menciptakan ajaran radikal,
berani satu digit saja jadi teroris," ujar Said dalam acara
diskusi di Gedung PBNU, Jakarta,
Selasa (19/4)
Lembaga mana yang mendapat
dana dari arab lalu menjadi
sarang terorisme ? Jangan nuduh saja lalu anda tidak
menemukan buktinya ? Lalu
bagaimanakah dengan lembaga
dan ormas yang mendapat dana
dari Yahudi , apakah tidak di
awasi ? Pada hal tujuan Yahudi memberikan dana jelas untuk
mengkafirkan kaum muslimin .
Allah berfirman : ﺎَﻟَﻭ ُﺩﻮُﻬَﻴْﻟﺍ َﻚْﻨَﻋ ﻰَﺿْﺮَﺗ ْﻦَﻟَﻭ ْﻞُﻗ ْﻢُﻬَﺘَّﻠِﻣ َﻊِﺒَّﺘَﺗ ﻰَّﺘَﺣ ﻯَﺭﺎَﺼَّﻨﻟﺍ ﻯَﺪُﻬْﻟﺍ َﻮُﻫ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻯَﺪُﻫ َّﻥِﺇ َﺪْﻌَﺑ ْﻢُﻫَﺀﺍَﻮْﻫَﺃ َﺖْﻌَﺒَّﺗﺍ ِﻦِﺌَﻟَﻭ َﻚَﻟ ﺎَﻣ ِﻢْﻠِﻌْﻟﺍ َﻦِﻣ َﻙَﺀﺎَﺟ ﻱِﺬَّﻟﺍ ٍﺮﻴِﺼَﻧ ﺎَﻟَﻭ ٍّﻲِﻟَﻭ ْﻦِﻣ ِﻪَّﻠﻟﺍ َﻦِﻣ Orang-orang Yahudi dan Nasrani
tidak akan senang kepada kamu
hingga kamu mengikuti agama
mereka. Katakanlah:
"Sesungguhnya petunjuk Allah
itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu
mengikuti kemauan mereka
setelah pengetahuan datang
kepadamu, maka Allah tidak lagi
menjadi pelindung dan penolong
bagimu.[2] Anda menjadi pembela kaum
muslimin atau Yahudi ? Kami
berharap bersikaplah yang
adil . [1] http://suaramerdeka.com/v1/ index.php/read/
news/2011/04/20/83444/Said-
Aqil-Waspadai-Lembaga-
Pendidikan-Pemakai-Dana-Timur-
Tengah [2] Ali imran 120 Artikel Terkait Said Aqil Label: Said Aqil

Selasa, 11 Oktober 2011

Ajaran salafy racun , kata KH. SaidAqil Siradj

Oleh: Artawijaya
Wartawan dan Penulis Buku
Pasca serangan bom bunuh diri
di GBIS Kepunton Solo,
perbincangan mengenai kaitan
antara terorisme dan doktrin Wahabi kembali mencuat di
media massa. Setidaknya hal itu
tercermin dalam sebuah artikel
yang ditulis oleh Ketua Umum
PBNU, KH. Said Aqil Siradj pada
harian Republika (3/10/2011). Artikel berjudul "Radikalisme,
Hukum, dan Dakwah" ini menarik
untuk dicermati, karena KH Said
Aqil telah mengaitkan antara
pergerakan dakwah Wahabi
dengan radikalisme. Beliau bahkan membuat istilah baru
tentang dakwah Wahabi, yaitu
"ideologi puritanisme radikal."
Kita tentu bersyukur, seorang
ketua umum sebuah organisasi
massa besar seperti KH Said Aqil Siradj begitu peduli terhadap
teror bom yang banyak
menimbulkan korban dari
masyarakat yang tak bersalah.
Bahkan sebenarnya bukan
hanya KH Said Aqil Siradj, tokoh yang sering dikait-kaitkan
dengan kasus terorisme seperti
KH. Abu Bakar Ba'asyir (ABB)
pun mengecam aksi bom di
Cirebon dan Solo sebagai
tindakan ngawur yang jauh dari pemahaman syariat. Pada
beberapa kesempatan, ABB
menyatakan bahwa Indonesia
adalah wilayah aman yang
karenanya Islam harus
ditegakkan lewat cara-cara damai.
Ada beberapa hal yang perlu
dikritisi dari artikel Kiai Said di
atas, yang terkesan seperti
menabur angin, mengenai siapa
saja yang dianggap sebagai Wahabi. Dalam beberapa
alineanya, artikel tersebut
bahkan seperti mengumbar
stigma yang gebyah uyah. Jika
tak dikritisi, tulisan tersebut
bisa menimbulkan ragam penafsiran di masyarakat dan
generalisasi terhadap kelompok
yang dituduh mengusung
dakwah Wahabi. Sehingga hal ini
bisa berpotensi memicu konflik
sosial di akar rumput, sebagaimana terjadi pada
sebuah pengajian hadits di
Klaten, Jawa Tengah, yang
nyaris dipaksa bubar karena
dianggap bagian dari dakwah
Wahabi. Diantara kalimat yang bisa
menimbulkan bias pemahaman
dan stigma dari tulisan KH Said
Aqil adalah, "Kita bisa
mencermati pergerakan paham
Wahabi di negeri kita yang secara mengendap-endap telah
memasuki wilayah pendidikan
dengan menyuntikkan ideologi
puritanisme radikal, semisal
penyesatan terhadap kelompok
lain hanya karena soal beda masalah ibadah lainnya. Di
berbagai daerah bahkan sudah
terjadi 'tawuran' akibat model
dakwah Wahabi yang tak
menghargai perbedaan
pandangan antar-muslim. Model dakwah semacam ini bisa
berpotensi menjadi 'cikal bakal'
radikalisme."
Pada alinea lain, KH Said Aqil
mengusulkan agar dilakukan
"sterilisasi" masjid-masjid yang berpotensi menjadi sarang
kelompok puritan radikal,
sebuah kelompok yang
menurutnya seringkali
menimbulkan "tawuran" di
tengah masyarakat. Dalam kesempatan lain, KH Said Aqil
bahkan meminta masyarakat
untuk mewaspadai 12 yayasan
dari Timur Tengah yang
ditengarai mendapat suntikan
dana dari kelompok Wahabi. Tulisan KH. Said Aqil Siradj yang
dimuat dalam harian ini seolah
menyatakan bahwa memerangi
ideologi teror sama dengan
memerangi ideologi puritan
radikal yang diusung oleh kelompok yang ia sebut sebagai
Wahabi. Kelompok yang saat ini
menurutnya mengendap-endap
di dunia pendidikan, membawa
suntikan beracun berisi "ideologi
puritan radikal". Antara Wahabi dan Terorisme
Stigma Wahabi merujuk pada
sosok ulama abad ke-18
bernama Syaikh Muhammad bin
Abdul Wahab At-Tamimy An-
Najdi. Gerakan dakwahnya mengusung tajdid dan tashfiyah
(pembaharuan dan pemurnian)
akidah kaum muslimin dari
beragam kemusyrikan dan
amaliah yang tidak diajarkan
oleh Islam. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah seorang dai
yang tak pernah menyebut
kiprah dakwahnya dengan
penamaan dakwah Wahabi atau
tak pernah mendirikan
organisasi dakwah bernama Wahabi. Istilah Wahabi baru
muncul belakangan, itupun
dengan tujuan stigmatisasi oleh
mereka yang tak setuju dengan
pemikiran yang diusung dalam
dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab.
Di Indonesia, stigma Wahabi juga
pernah dilekatkan pada ormas-
ormas Islam seperti
Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan
Persatuan Islam (Persis). Tokoh- tokoh seperti KH Ahmad Dahlan,
Syaikh Ahmad Soorkati, A.
Hassan, dianggap sebagai
pengusung paham Wahabi di
Indonesia. Bahkan, jauh sebelum
itu, pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol pun pernah disebut
sebagai pengusung dakwah
Wahabi. Baik Syaikh Muhammad
bin Abdul Wahab ataupun
generasi dakwah selanjutnya di
seluruh dunia yang sepaham dengan pemikirannya tak
pernah ada yang dengan tegas
menyatakan dirinya sebagai
Wahabi.
KH. Said Aqil Siradj dalam
tulisannya tak menjelaskan siapa saja atau kelompok mana saja
yang masuk dalam kategori
puritan radikal pengusung
dakwah Wahabi. Ia hanya
menjelaskan, kelompok tersebut
tak menghargai perbedaan dan mudah memberikan label sesat
pada sesama Muslim lainnya.
Sama tak jelasnya, ketika ia
melontarkan pernyataan bahwa
ada 12 yayasan milik Wahabi
yang perlu diwaspadai yang kini beroperasi di Indonesia. Apa saja
yayasan itu, kenapa perlu
diwaspadai, adakah pelanggaran
baik dari sisi hukum nasional
ataupun hukum Islam dari 12
yayasan tersebut sehingga layak untuk diwaspadai tak
pernah dijabarkan. Sekali lagi,
apa yang dilontarkan KH Said
Aqil seperti menabur angin,
menerpa siapa saja yang
dianggap sebagai Wahabi. Jika merujuk pada banyak kasus
yang terjadi di basis-basis NU,
maka kelompok puritan radikal
atau Wahabi yang dimaksud KH
Said Aqil adalah mereka yang
membid'ahkan tahlilan, tawassul, ziarah kubur, maulid Nabi, dan
amaliah lainnya yang menjadi
tradisi di kalangan Nahdhiyyin.
Kriteria inilah yang sering
diungkapkan oleh KH Said Aqil di
media massa ketika menyoroti kiprah kelompok yang ia sebut
sebagai "Wahabi". Namun, adakah
kaitannya antara kelompok
yang berdakwah untuk menjauhi
bid'ah dalam urusan ibadah
dengan kelompok teroris? Nyatanya seluruh ormas Islam di
Indonesia, baik yang meyakini
bolehnya tahlilan atau tidak,
sepakat bahwa aksi
pengeboman di zona damai
adalah perbuatan yang diharamkan Islam, apalagi
pemboman yang terjadi di
tempat ibadah. Bom yang
dilakukan oleh kelompok yang
mengatasnamakan jihad tentu
mencoreng nama Islam. Islam mengajarkan syariat jihad
dengan batasan dan aturan
yang ketat dan rinci. Jihad tidak
mengedepankan hawa nafsu dan
serampangan. Jihad sangat
menghargai nilai-nilai dan hak asasi manusia, termasuk di
dalamnya hak-hak sipil. Dalam
perang, musuh yang menjadi
target adalah para combatan
dan basis-basis militer, bukan
orang-orang sipil, fasilitas umum, dan tempat-tempat ibadah.
Akhirul kalam, menyebut dakwah
Wahabi sebagai kontributor aksi
teror bom tak pernah bisa
dibuktikan dengan jelas.
Stigmatisasi itu tak lebih daripada memukul bayang-
bayang. Kita tentu tak sepakat
dengan sekelompok orang yang
mudah mengkafirkan muslim
lainnya hanya karena urusan
khilafiyah. Kita juga tak setuju dengan pola-pola dakwah yang
eksklusif, merasa paling benar,
dan jauh dari nilai-nilai akhlakul
karimah. Jika ada perbedaan
dalam urusan dakwah, maka
selesaikan dengan jalan dialog. Begitupun jika terjadi perbedaan
pendapat dalam hal furu'iyah
maka kedepankanlah sikap
tasamuh (toleran). Stigmatisasi
yang tak jelas di tengah
prahara terorisme akan menambah beban masalah yang
melebar ke mana-mana. Selain
persoalan ideologi yang
menyimpang, akar dari
terorisme adalah ketidakadilan
global yang melanda negeri- negeri Muslim. (Dimuat di Harian
Republika, 7 Oktober, 2011)
Sumber : Eramuslim. com
Komentarku ( Mahrus ali ) : . Tulisan KH. Said Aqil Siradj yang
dimuat dalam harian ini seolah
menyatakan bahwa memerangi
ideologi teror sama dengan
memerangi ideologi puritan
radikal yang diusung oleh kelompok yang ia sebut sebagai
Wahabi. Kelompok yang saat ini
menurutnya mengendap-endap
di dunia pendidikan, membawa
suntikan beracun berisi "ideologi
puritan radikal". Komentarku ( Mahrus ali ) :
Inna lillah wainna ilaihi rajiun ,
orang gila tak seperti itu bila
berkata atau menulis ,Masak
ajaran Islam yang murni di
anggap beracun lalu ajaran ahli bid`ah di anggap obat yang
manjur . Ini pemikiran yang perlu
di kencangkan , bukan tambah
di buat silang . Kita harus
berpegangan kepada ayat : ْﻉَﺪْﺻﺎَﻓ ﺎَﻤِﺑ ُﺮَﻣْﺆُﺗ ْﺽِﺮْﻋَﺃَﻭ ِﻦَﻋ َﻦﻴِﻛِﺮْﺸُﻤْﻟﺍ Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. ( Al Hijr 94 ) Begitu juga ayat : ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﺕﺎَﻟﺎَﺳِﺭ َﻥﻮُﻐِّﻠَﺒُﻳ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ﺍًﺪَﺣَﺃ َﻥْﻮَﺸْﺨَﻳ ﺎَﻟَﻭ ُﻪَﻧْﻮَﺸْﺨَﻳَﻭ ﺎًﺒﻴِﺴَﺣ ِﻪَّﻠﻟﺎِﺑ ﻰَﻔَﻛَﻭ َﻪﻠﻟﺍ َّﻻِﺇ (yaitu) orang-orang yang
menyampaikan risalah-risalah
Allah, mereka takut kepada-Nya
dan mereka tiada merasa takut
kepada seorang (pun) selain
kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.[1] Di dalam artikel itu di katakan
lagi :
Di Indonesia, stigma Wahabi juga
pernah dilekatkan pada ormas-
ormas Islam seperti
Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan Persatuan Islam (Persis). Tokoh-
tokoh seperti KH Ahmad Dahlan,
Syaikh Ahmad Soorkati, A.
Hassan, dianggap sebagai
pengusung paham Wahabi di
Indonesia. Bahkan, jauh sebelum itu, pahlawan nasional Tuanku
Imam Bonjol pun pernah disebut
sebagai pengusung dakwah
Wahabi. Baik Syaikh Muhammad
bin Abdul Wahab ataupun
generasi dakwah selanjutnya di seluruh dunia yang sepaham
dengan pemikirannya tak
pernah ada yang dengan tegas
menyatakan dirinya sebagai
Wahabi.
Komentarku ( Mahrus ali ) : Apakah ajaran Muhammadiyah,
Al-Irsyad, dan Persatuan Islam
(Persis).di anggap wahabi , lalu
perlu di waspadai dan ajaran
kristen , Budha , Ahli bid`ah di
junjung dan perlu di kembangkan ? .
Ingatlah firman Allah sbb : َﻥﻭُﺪﻳِﺮُﻳ ﺍﻮُﺌِﻔْﻄُﻴِﻟ َﺭﻮُﻧ ِﻪَّﻠﻟﺍ ْﻢِﻬِﻫﺍَﻮْﻓَﺄِﺑ ُﻪﻠﻟﺍَﻭ ُّﻢِﺘُﻣ ِﻩِﺭﻮُﻧ َﻥﻭُﺮِﻓﺎَﻜْﻟﺍ َﻩِﺮَﻛ ْﻮَﻟَﻭ ) 8) Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tetap
menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.
Sekali lagi, apa yang dilontarkan
KH Said Aqil seperti menabur
angin, menerpa siapa saja yang
dianggap sebagai Wahabi.
Dalam artikel itu di katakan: Kita tentu tak sepakat dengan
sekelompok orang yang mudah
mengkafirkan muslim lainnya
hanya karena urusan khilafiyah
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kita kafirkan orang yang menurut dalil kafir , dan kita
katakan muslim orang yang
menurut dalil muslim . Ingatlah
ayat allah . ﺎَﻤَّﻧِﺇ َﻝْﻮَﻗ َﻥﺎَﻛ ﺍَﺫِﺇ َﻦﻴِﻨِﻣْﺆُﻤْﻟﺍ ﺍﻮُﻋُﺩ ﻰَﻟِﺇ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﻪِﻟﻮُﺳَﺭَﻭ َﻢُﻜْﺤَﻴِﻟ ﺎَﻨْﻌِﻤَﺳ ﺍﻮُﻟﻮُﻘَﻳ ْﻥَﺃ ْﻢُﻬَﻨْﻴَﺑ ﺎَﻨْﻌَﻃَﺃَﻭ َﻚِﺌَﻟﻭُﺃَﻭ ُﻢُﻫ َﻥﻮُﺤِﻠْﻔُﻤْﻟﺍ Sesungguhnya jawaban orang- orang mu'min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara
mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.[2] Baca lagi di sini :
Said Aqil Siradj MANTAN KYAI NU: Tutup situs jihad , biarkan situs
porno 02 Okt 2011 MANTAN KYAI NU: KHSaid Aqil Siroj kurang luas wawasan 01 Jun 2011
01 Jun 2011 MANTAN KYAI NU:Said Aqil Pemimpin muslim sejati atau
munafik ? 21 Apr 2011 [1] ( Al ahzab 39 ) [2] An nur 51 Artikel Terkait KH Said Aqil Siroj Label: KH Said Aqil Siroj